Kehadiran akses yang baik memangkas jarak tempuh secara signifikan dan meringankan beban mobilitas warga, termasuk para pendidik serta pekerja di kawasan perkebunan.
Bupati Teddy meminta masyarakat bersabar selama proses konstruksi berlangsung. Ia juga menegaskan kepada pihak pelaksana untuk mengutamakan kualitas di atas kecepatan semata.
“Janganlah kita bangga karena jalan ini selesai dengan cepat, tetapi banggalah jika hasilnya mampu bertahan lama dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Perwakilan BBPJN Kementerian Pekerjaan Umum, Hastina Wati, menjelaskan bahwa dokumen kontrak telah disahkan dan pekerjaan siap dilaksanakan.
Selain perkerasan jalan sepanjang 1,73 kilometer dengan lebar 4,5 meter, proyek juga mencakup pembangunan pelengkap jalan sehingga total lebar efektif mencapai 5 hingga 6 meter sesuai batas hak jalan yang tersedia.
Dengan dimulainya proyek ini, harapan masyarakat akan akses yang aman dan nyaman akhirnya terwujud — bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan pusat mampu menghadirkan pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan rakyat. (*/Untung)









