Strategi pengamanan juga mencakup rekayasa lalu lintas berupa pembatasan angkutan barang, penerapan sistem satu arah, aliran terbalik, serta kebijakan ganjil-genap di ruas jalan tertentu.
Selain pengamanan jalur darat, patroli diperkuat di kawasan objek vital, tempat ibadah, dan jalur transportasi sungai melalui Direktorat Polisi Air dan Udara.
Koordinasi lintas fungsi antara satuan lalu lintas, intelijen, reserse, samapta, dan brimob juga ditingkatkan untuk memastikan respons cepat terhadap setiap potensi gangguan keamanan.
Kapolda Sumatera Selatan Sandi Nugroho menegaskan bahwa operasi ini merupakan wujud nyata kehadiran negara bagi masyarakat.
“Operasi Ketupat Musi 2026 bukan sekadar operasi kepolisian. Ini adalah bentuk kehadiran negara untuk memastikan setiap pemudik dapat sampai ke tujuan dengan selamat dan setiap keluarga dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Nandang Mu’min Wijaya mengajak masyarakat untuk memanfaatkan seluruh fasilitas yang disediakan dan mematuhi aturan lalu lintas.
“Kami telah menyiapkan pos pelayanan di sepanjang jalur mudik. Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi petugas kami. Mudik aman adalah tanggung jawab bersama,” jelasnya.
Operasi Ketupat Musi 2026 berlangsung selama 13 hari, mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026. Seluruh personel siap bersiaga di titik strategis untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif.

Dengan semangat “Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” seluruh unsur terkait berkomitmen memberikan perlindungan maksimal, menjadikan operasi ini bukti nyata kerja sama dalam memastikan masyarakat merayakan Idulfitri dengan aman dan tenang. (*/Andrian)







