Total kerugian akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai Rp470 juta.
Kerugian terbesar dialami oleh Hendry, pemilik rumah makan, dan Ahmad Arifin, pemilik servis elektronik, yang masing-masing mengalami kerugian hingga Rp100 juta.
Sementara itu, Leka Heriansyah, pemilik usaha variasi motor, merugi sebesar Rp80 juta, dan pedagang buah Bendri mengalami kerugian Rp60 juta.
Meski terpukul atas hilangnya mata pencaharian mereka, para korban menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian dan gerak cepat yang ditunjukkan oleh Bupati OKU beserta jajarannya.
Bupati berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban awal para korban di masa sulit ini.
“Kami tahu ini tidak mengganti seluruh kerugian usaha yang ada. Namun, pemerintah hadir untuk memastikan warga tidak sendirian menghadapi masa sulit ini,” ujar Teddy saat meninjau puing-puing kebakaran.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan pusat usaha kecil warga tersebut.
Pemerintah Kabupaten OKU berkomitmen untuk terus mendampingi para korban dalam proses pemulihan pascabencana, agar warga dapat kembali bangkit dan melanjutkan aktivitas kehidupan secara normal.
Musibah memang datang tanpa diduga, namun kepedulian dan kebersamaan menjadi kekuatan yang membuat kita mampu melewati segala kesulitan bersama-sama. (*/Untung)









