“Seluruh kebun kami ludes terbakar. Tak satu pun pohon karet tersisa. Luas lahan yang saya kelola sekitar lima hektar semuanya musnah dalam sekejap,” ungkap warga lainnya dengan nada tertahan.
Kerugian yang ditimbulkan bukan sekadar nilai material, melainkan hilangnya satu-satunya sumber penghidupan bagi ratusan keluarga di wilayah tersebut.
“Kami memohon perhatian pemerintah untuk membantu kami. Kebun ini adalah satu-satunya mata pencaharian kami, dan kini semuanya telah hilang,” harap warga lainnya.
Sejumlah warga telah berupaya melaporkan kejadian ini kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten PALI.
Namun, petugas di lapangan menyampaikan bahwa seluruh armada pemadam saat ini sedang dikerahkan menangani titik kebakaran hutan dan lahan di lokasi lain yang juga membutuhkan penanganan segera.
Kondisi ini menambah kekhawatiran warga bahwa api akan terus meluas sebelum bantuan tiba. Warga berharap pemerintah dapat segera mengerahkan tenaga serta sarana pendukung guna memadamkan sisa kobaran api sekaligus menyiapkan langkah pemulihan bagi warga yang kehilangan sumber penghidupan. (*/SMSI PALI)









