Spread the love
Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Keresahan mendalam terkait keamanan menjadi sorotan utama saat dua anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan menggelar kegiatan Reses Masa Sidang VI Tahun Anggaran 2026 di Desa Tanjung Makmur, Kecamatan Pedamaran Timur.
Legislator tersebut adalah Jauhari A. Karim dari Fraksi PKS serta Akhmad Mahidin, S.H., M.H. dari Fraksi Partai Golkar, yang mewakili Daerah Pemilihan III Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir.
Dalam dialog terbuka, warga menyampaikan kekhawatiran yang semakin meningkat akibat tingginya kasus perampokan bersenjata tajam atau begal serta pencurian kendaraan bermotor yang belakangan kerap terjadi di wilayah tersebut.
Situasi ini membuat masyarakat tidak lagi merasa tenang beraktivitas, terutama saat bepergian pada malam hari maupun melintasi jalan-jalan yang sepi.
“Kami sangat berharap ada perhatian serius dari pemerintah dan aparat kepolisian. Warga kini hidup waspada karena kasus begal dan curanmor semakin sering terjadi,” ungkap salah satu perwakilan warga.
Menanggapi hal tersebut, Jauhari A. Karim menegaskan bahwa rasa aman adalah hak dasar setiap warga yang harus dipenuhi.
Seluruh keluhan yang disampaikan akan segera dicatat dan diteruskan kepada pihak berwenang untuk mendapatkan penanganan serius.
“Kami akan menyampaikan keluhan ini secara khusus kepada kepolisian dan instansi terkait. Kami mendesak peningkatan patroli rutin serta langkah nyata lainnya guna menekan angka kriminalitas di Pedamaran Timur,” ujarnya.
Senada dengan itu, Akhmad Mahidin, S.H., M.H. menekankan bahwa persoalan keamanan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berkaitan langsung dengan keselamatan jiwa dan kenyamanan beraktivitas masyarakat.
“Kami akan segera berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk menyusun langkah pencegahan sekaligus penindakan tegas terhadap pelaku kejahatan. Tujuannya agar warga Desa Tanjung Makmur dan sekitarnya dapat kembali beraktivitas dengan rasa aman,” tegas Akhmad Mahidin, S.H., M.H.
Selain keamanan, warga juga menyampaikan aspirasi terkait perbaikan infrastruktur jalan, peningkatan fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan yang lebih baik, serta dukungan bagi pengembangan sektor pertanian di desa tersebut.
Kedua anggota legislatif berkomitmen memperjuangkan seluruh harapan masyarakat sesuai kewenangan yang dimiliki melalui pembahasan di DPRD Provinsi Sumatera Selatan, sehingga berbagai tantangan yang dihadapi warga dapat segera menemukan jalan keluar yang tepat. (*/HS)







