Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Peristiwa penembakan yang mengguncang Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, pada akhir Juni 2026 tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan puncak dari konflik penguasaan lahan yang berlarut-larut sejak tahun 2023.
Hal ini ditegaskan secara resmi oleh tim pembela hukum terkait perkembangan kasus yang menyita perhatian masyarakat luas.
Pada Jumat, 26 Juni 2026, Dedy Irawan, S.H., M.H. selaku kuasa hukum Junaidi (64 tahun) menyampaikan klarifikasi lengkap untuk meluruskan berbagai informasi yang beredar di ruang publik.
Berdasarkan keterangan yang diterima dari kliennya, sengketa lahan telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum sejak tahun 2025, namun hingga saat ini belum ada keputusan yang memberikan kepastian hukum bagi pihak yang bersengketa.
Konflik semakin memanas ketika muncul klaim baru atas sebidang tanah yang selama lebih dari satu dekade dikelola langsung oleh Junaidi bersama kelompok tani.
Sebagian warga bahkan telah membuka dan menggarap kawasan tersebut sejak tahun 1992.
Sebagai penduduk asli setempat, Junaidi menguasai lahan tersebut berdasarkan warisan orang tua dan masih menyimpan dokumen pendukung kepemilikan.
Ia mempertanyakan alasan klaim baru muncul hanya setelah kawasan dibuka aksesnya, dicetak menjadi lahan persawahan, dan sebagian sudah ditanami padi.
Beberapa kali pertemuan musyawarah telah diupayakan antara pihak Junaidi dengan Efendi beserta kelompoknya, namun tidak pernah menghasilkan kesepakatan.
Setiap pembicaraan terhenti karena pihak pengklaim menuntut penunjukan lokasi dan batas lahan terlebih dahulu, sementara Junaidi meminta diperlihatkan bukti sah berupa dokumen kepemilikan atau surat kuasa yang menjadi dasar klaim tersebut.
Karena tidak ditemukan titik temu, Junaidi memutuskan menghentikan komunikasi terkait persoalan itu.
Meski demikian, pihak Efendi diduga terus menghubungi dan mendatangi kediaman Junaidi secara berulang kali.
Situasi memuncak pada Sabtu, 27 Juni 2026, ketika rombongan berjumlah sekitar delapan orang mendatangi kediaman Junaidi.












