KLH Prioritaskan Pembangunan Daop Karhutla OKI Tahun 2027 Senilai Rp33 Miliar

KLH Prioritaskan Pembangunan Daop Karhutla OKI Tahun 2027 Senilai Rp33 Miliar

Luasan tersebut menjadikan OKI sebagai barisan terdepan dalam perlindungan ekosistem gambut sekaligus wilayah prioritas nasional dalam pengendalian karhutla.

Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, menyatakan kesiapan penuh pemerintah daerah untuk mendukung kelancaran seluruh tahapan pembangunan.

Menurutnya, fasilitas ini akan menjadi tulang punggung kesiapsiagaan daerah menghadapi ancaman kebakaran yang diprediksi semakin meningkat seiring perkiraan musim kemarau yang berlangsung lebih panjang.

“Daop akan menjadi penguat utama sistem penanganan karhutla yang telah kami susun bersama unsur Forkopimda hingga tingkat desa. Kami siap menjamin dukungan operasional agar fasilitas ini dapat berfungsi secara maksimal bagi perlindungan lingkungan dan keselamatan masyarakat,” ujar Muchendi.

Dalam pertemuan tersebut, Pemkab OKI juga menyampaikan usulan kebutuhan sarana pengelolaan sampah berupa truk pengangkut dan kendaraan roda tiga, serta permohonan percepatan penerbitan rekomendasi Tim Uji Kelayakan Lingkungan Hidup Kabupaten OKI.

Merespons usulan tersebut, Menteri Jumhur menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti seluruh kebutuhan daerah secara bertahap dan terukur.

Bantuan sarana persampahan direncanakan akan dialokasikan pada tahun anggaran berikutnya, sementara rekomendasi Tim Uji Kelayakan Lingkungan Hidup Kabupaten OKI secara resmi telah ditandatangani langsung oleh Menteri pada hari yang sama.

Pembangunan Daop Penanggulangan Kebakaran Lahan di OKI bukan hanya menjawab tantangan penanganan kebakaran, melainkan juga menjadi langkah nyata perlindungan ekosistem gambut yang memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan ekologis, menekan emisi karbon, serta menjamin kelangsungan hidup masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam di sekitarnya. (*/Heri)

banner"300x300"title"300x300"