Mahasiswa Universitas PGRI Palembang Segel Rektorat, Sampaikan 9 Tuntutan Terkait Fasilitas, Transparansi, dan Penanganan Kasus Kekerasan Seksual

Mahasiswa Universitas PGRI Palembang Segel Rektorat, Sampaikan 9 Tuntutan Terkait Fasilitas, Transparansi, dan Penanganan Kasus Kekerasan Seksual

banner"468x90"title"468x90" banner"468x90"title"468x90"

Palembang, Radar Keadilan – Ratusan mahasiswa Universitas PGRI Palembang yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Tingkat Universitas, Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM), dan BEM setiap fakultas menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Gedung Rektorat pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Aksi ini dipimpin langsung oleh Presiden Mahasiswa Universitas PGRI Palembang, Andri Manan, sebagai wujud penyampaian aspirasi atas sejumlah persoalan mendasar yang dinilai menghambat kualitas pendidikan dan melanggar hak-hak mahasiswa.

banner"300x250"title"300x250"
Mahasiswa Universitas PGRI Palembang membacakan dan menyampaikan daftar tuntutan aspirasi di depan pintu masuk Gedung Rektorat pada aksi damai yang digelar Sabtu, 20 Juni 2026.

Massa aksi menegaskan bahwa berbagai permasalahan internal kampus – mulai dari keterbatasan fasilitas perkuliahan, kelayakan sarana praktikum, hingga kurangnya transparansi kelembagaan dan penanganan dugaan kasus kekerasan seksual – telah berdampak nyata pada proses belajar mengajar serta keamanan dan kenyamanan mahasiswa.

Mahasiswa menyayangkan sikap Pimpinan Universitas yang diwakili Rektor, Bukman Lian, yang tidak hadir untuk menerima aspirasi dan membuka ruang dialog.

Ketidakhadiran tersebut dinilai sebagai bentuk sikap tertutup dan pengabaian terhadap hak partisipasi mahasiswa dalam penyelesaian masalah kampus.

Sebagai langkah tegas dan bentuk desakan, massa aksi melakukan penyegelan pada pintu utama Kantor Rektorat.

banner"728x90"title"728x90" banner"728x90"title"728x90"