Perbaikan meliputi 7 ruas jalan strategis yang menyebar di empat kecamatan utama: Sirah Pulau Padang, Pampangan, Pangkalan Lampam, dan Tulung Selapan.
Untuk kegiatan pembangunan ini, Pemda OKI mengalokasikan anggaran sebesar Rp 66 miliar yang bersumber dari Bantuan Gubernur Provinsi Sumatera Selatan.
Selain memperkuat infrastruktur, Pemda OKI juga memastikan pembayaran gaji pegawai negeri sipil, kepala desa, dan perangkat desa dilakukan tepat waktu tanpa terkendala.

“Pembayaran gaji yang lancar dan tepat waktu menjadi dasar kuat untuk meningkatkan semangat kerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kami percaya, tenaga kerja yang sejahtera akan memberikan kontribusi optimal bagi kemajuan daerah,” terangnya saat berdialog dengan para kepala desa yang hadir dalam acara tersebut.
Untuk mendukung pembangunan jangka panjang dan memperluas cakupan program, Bupati Muchendi aktif melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat.
“Kami secara berkala melakukan kunjungan ke Jakarta untuk meminta dukungan anggaran serta bantuan teknis dalam rangka mempercepat laju pembangunan dan penyelenggaraan layanan publik di OKI,” ujarnya.
Layanan terpadu “Lentera Desa” diposisikan sebagai wadah strategis untuk memberikan pelayanan publik yang mudah diakses, sekaligus sebagai saluran langsung untuk menyerap aspirasi dan masukan dari masyarakat.
“Selain memberikan layanan terbaik secara profesional, kami berkomitmen untuk terus mendengar suara masyarakat sebagai dasar utama dalam melakukan perbaikan kebijakan dan program pemerintahan ke depan,” tutupnya.
Dengan berbagai upaya nyata tersebut, pemerintahan Muchendi–Supri berhasil membuktikan komitmennya dalam membangun OKI yang lebih maju dan sejahtera, yang selaras dengan harapan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan publik berkualitas dan infrastruktur yang memadai sebagai landasan kemajuan daerah. (*/Red)









