Tidak hanya Bupati dan Ketua TP PKK, peserta upacara lainnya juga mengenakan pakaian adat daerah masing-masing. Wakil Bupati OKI, Supriyanto dan istri, mengenakan pakaian adat Jawa, sementara Sekda OKI, Asmar Wijaya, mengenakan baju bodo Bugis yang anggun.

Kepala OPD lainnya juga turut memeriahkan suasana dengan ulos Batak, pakaian adat Minangkabau, busana Bali, hingga busana khas Papua.
Penggunaan pakaian adat nasional ini diwajibkan bagi seluruh OPD dan ASN di lingkungan Pemkab OKI sebagai upaya memupuk nasionalisme dan melestarikan kebudayaan daerah.
Fokus Pembangunan untuk Mewujudkan Kesejahteraan
Dalam momentum peringatan HUT ke-80 RI ini, Bupati Muchendi menegaskan komitmennya untuk terus mengejar program-program prioritas nasional, seperti swasembada pangan, sekolah rakyat, program makan bergizi gratis, dan koperasi desa.

“Di bidang pertanian, OKI mendapat perhatian khusus pemerintah pusat melalui program oplah maupun cetak sawah. Ini kita kawal betul untuk mendukung asta cita Presiden menuju Indonesia swasembada pangan,” jelasnya.
Untuk pembangunan sekolah rakyat, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 10 hektar di Kawasan Teluk Gelam yang telah bersertifikat dan akan diserahkan kepada Kementerian PUPR.
Menutup Rangkaian Acara dengan Semangat Proklamasi
Usai melaksanakan upacara HUT ke-80 RI, Bupati OKI beserta jajaran Forkopimda OKI mengikuti peringatan detik-detik Proklamasi dari istana negara secara virtual.
Peringatan HUT ke-80 RI di OKI bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat persatuan, melestarikan budaya, dan memacu pembangunan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Semangat kemerdekaan akan terus berkobar dalam setiap langkah pembangunan di Bumi Bende Seguguk. (*/Red)










