“Dan itu akan menjadi pekerjaan rumah yang harus kita tuntaskan bersama,” ajak Muchendi di hadapan ratusan muda mudi.
Sembari acara berlanjut dengan sesi tanya jawab. Sejumlah pemuda pemudi pun turut mengemukakan berbagai usulan atau atensi kepada Cabup muda asal pribumi Kayuagung itu.
Mulai dari adat istiadat mouli muanai (adat bujang gadis kayuagung) yang menurut mereka mulai tersingkir untuk diaktifkan kembali seperti semula, sekaligus terkait dana insentif bagi para tokoh muda–mudi termasuk karang taruna untuk lebih diperhatikan.
Begitu pun terkait sengketa lahan seperti kebun sawit antara rakyat dengan perusahaan di wilayah Kabupaten OKI juga turut masuk dalam pembahasan guna ditinjau dan ditindaklanjuti.
Sementara Muchendi mengaku telah mencatat semua atensi yang dikatakannya menjadi PR (Pekerjaan Rumah) yang harus ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten OKI kedepan.
“Maka dari itu kita berjanji, bila nantinya kita diamanahkan untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati OKI, kita mengajak kaum milenial untuk bersama–sama menuntaskan apa pun yang menjadi kendala atau penghambat kemajuan di Kabupaten OKI yang kita cintai ini,” tegas Muchendi.
“Mari kita bersama membangun untuk kemajuan kabupaten OKI ini,” ajak Muchendi. (Red)



