Musim Kemarau Meningkat, Karhutla di PALI Telah Melalap 503,9 Hektare Lahan

Musim Kemarau Meningkat, Karhutla di PALI Telah Melalap 503,9 Hektare Lahan

banner"468x90"title"468x90" banner"468x90"title"468x90"

PALI, Radar Keadilan – Musim kemarau yang semakin panjang dan kering memperparah situasi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Sejak Mei hingga awal Oktober 2026, tercatat 503,9 hektare lahan hangus terbakar, sementara sumber air untuk pemadaman kian menipis seiring mengeringnya sungai dan embung di berbagai wilayah.

banner"300x250"title"300x250"

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PALI, Ahmad Hidayat, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Jon Paizal, menyampaikan bahwa titik api tersebar di lima kecamatan.

Kecamatan Talang Ubi mencatat jumlah kejadian tertinggi, yakni 115 kali kebakaran.

“Penyebab kebakaran beragam, mulai dari kelalaian warga seperti membuang puntung rokok sembarangan, hingga dugaan pembakaran yang dilakukan secara sengaja,” ungkap Jon Paizal.

Personel gabungan BPBD, TNI, dan Polri tetap bersiaga selama 24 jam, dibagi dalam tiga regu yang bertugas secara bergantian.

Namun, sejumlah kendala masih menghambat penanganan di lapangan. Akses menuju lokasi kebakaran yang sulit dijangkau menjadi hambatan utama, sehingga kendaraan pemadam tidak dapat beroperasi secara optimal.

banner"728x90"title"728x90" banner"728x90"title"728x90"