“Jangan mudah percaya. Apalagi kalau sampai meminta sejumlah uang dengan berbagai alasan atau iming-iming,” ujarnya.
Langkah bijak yang dianjurkan: jangan menanggapi pesan yang meragukan, jangan membagikan data pribadi, dan jangan pernah melakukan transfer dana.
Segera lakukan konfirmasi melalui saluran resmi instansi apabila ada hal yang perlu dipastikan kebenarannya.
Sekda OKU mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu mencegah penipuan yang memanfaatkan nama pejabat maupun tokoh publik.
Kewaspadaan bersama menjadi benteng terkuat memutus mata rantai kejahatan daring sebelum merugikan warga.
“Kalau ada yang menghubungi dan mengatasnamakan saya, silakan dikonfirmasi terlebih dahulu. Jangan langsung percaya, apalagi sampai mengirimkan uang,” tukasnya. (*/Untung)






