OKU Selatan, Radar Keadilan – Sebuah insiden yang diduga merupakan tindakan intimidasi dan pelanggaran kebebasan pers terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKU Selatan.
Seorang oknum kepala dinas dilaporkan bersikap arogan, mengunci pintu ruangan, hingga menantang wartawan saat sedang menjalankan tugas peliputan dan konfirmasi berita.
Peristiwa bermula ketika dua orang wartawan, Sri Fitriyana dari PALTV dan Afriadi dari OKU Today, mendatangi kantor dinas terkait guna melakukan konfirmasi data terkait pemberitaan.
Namun, sesampainya di ruang kerja pejabat tersebut, kedua awak media justru disambut dengan sikap yang tidak profesional.
Oknum kepala dinas tersebut diduga berdiri, mengunci pintu dari dalam, dan menantang kedua wartawan untuk berkelahi dengan nada tinggi.
“Saya ladeni. Saya ini siap mati, hari ini pun siap. Anak saya cuma satu, dan saya baru dua bulan jadi kepala dinas,” ucap pejabat tersebut dalam percakapan yang terekam.
Merasa tidak aman dan terancam jiwanya, kedua wartawan memilih meninggalkan ruangan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.











