“Saya datang dan memperkenalkan diri sebagai Kepala Desa Cahya Bumi. Namun, oknum anggota TNI dan keamanan perusahaan langsung melakukan pemukulan dan pengeroyokan. Kakak saya yang merekam kejadian itu juga menjadi korban pengeroyokan, bahkan ponselnya dirampas,” ungkap Komarudin.
Setelah kejadian, Komarudin dan kakaknya dibawa ke kantor perusahaan dan kembali mendapat perlakuan kasar sebelum akhirnya diselamatkan oleh anggota kepolisian yang datang ke lokasi.
Mereka kemudian dibawa ke RSUD Kayuagung untuk mendapatkan perawatan medis.
Dr. Nikolas dari RSUD Kayuagung membenarkan bahwa pihaknya telah memeriksa kedua korban.
“Benar, saya memeriksa Komarudin dan Zainal. Keduanya mengalami memar di bagian wajah dan dada. Akibat luka-luka tersebut, aktivitas mereka kemungkinan akan terganggu untuk beberapa waktu ke depan,” jelasnya.
Pihak Kodim 0402/OKI-OI melalui jajaran perwira intelijen dan operasional menyatakan telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan mediasi dan klarifikasi terkait kejadian tersebut.
Tim yang terdiri dari Lettu Kav Adam (Danunit Intel Kodim OKI), Lettu Arm Zolimin (Pasi Intel Kodim OKI), dan Lettu Czi Gerfani (Pasi Ops Kodim OKI), beserta anggota unit intel dan Babinsa setempat, berupaya memastikan situasi tetap kondusif dan mencari kebenaran terkait dugaan keterlibatan oknum dalam peristiwa penganiayaan ini.
Kasus ini menjadi sorotan utama, menuntut penegakan hukum yang tegas dan transparan. DPRD Sumsel berjanji akan mengawal kasus ini hingga tuntas, memastikan keadilan bagi korban dan memberikan efek jera bagi pelaku. (*/Red)





