Operasi Ketupat Musi 2026 Hari Ketiga: Nol Korban Jiwa Kecelakaan, Arus Balik Mulai Menguat

Operasi Ketupat Musi 2026 Hari Ketiga: Nol Korban Jiwa Kecelakaan, Arus Balik Mulai Menguat

Spread the love
         
 
  
                 
   
Palembang, Radar Keadilan Pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026 memasuki hari ketiga pada Minggu (22/3/26), mencatat capaian signifikan dengan tidak adanya korban jiwa meskipun terjadi 13 kejadian kecelakaan lalu lintas di seluruh wilayah Sumatera Selatan.

Pada saat yang sama, arus balik Lebaran 1447 H mulai menunjukkan penguatan yang jelas, dengan lebih dari 270 ribu pergerakan penumpang tercatat di seluruh moda transportasi dalam satu hari.

Kecelakaan yang terjadi menyebabkan 6 orang mengalami luka berat dan 28 orang luka ringan, dengan total kerugian material mencapai Rp111,3 juta.

Meskipun jumlah kejadian meningkat dibanding hari sebelumnya, nihilnya korban meninggal dunia menjadi bukti efektivitas upaya pengamanan dan edukasi keselamatan yang terus diperkuat oleh jajaran Polda Sumsel.

Pergerakan masyarakat menunjukkan pola arus dua arah yang mulai seimbang, terlihat dari aktivitas yang meningkat di bandara, stasiun, terminal, dan jalur penyeberangan.

Data lalu lintas tol juga mengkonfirmasi penguatan arus balik, khususnya di Tol Betajam yang mencatat volume kendaraan keluar lebih tinggi dibandingkan kendaraan masuk.

Tol Palindra menjadi ruas dengan volume kendaraan tertinggi, diikuti oleh Tol Terpeka dan Kapal Betung yang menunjukkan pergerakan masih dinamis.

Dalam aspek ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas), Polda Sumsel mencatat 33 kasus tindak pidana, yang meningkat seiring dengan tingginya aktivitas masyarakat selama libur Lebaran.

Seluruh kasus telah ditangani secara maksimal, dengan patroli preventif diperkuat di kawasan wisata, pusat perbelanjaan, dan area publik lainnya.

Sepanjang hari, tujuh Satgas Operasi Ketupat Musi 2026 melaksanakan total 833 kegiatan yang mencakup patroli, pengamanan, penegakan hukum, hingga pelayanan publik.

Penegakan hukum lalu lintas dilakukan dengan pendekatan humanis dan berbasis teknologi, dengan 4 penindakan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) statis, 20 ETLE mobile, serta 238 teguran yang diberikan kepada pengendara yang tidak mematuhi peraturan.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho menegaskan bahwa capaian zero korban jiwa harus dipertahankan hingga puncak arus balik terlewati.

“Tidak adanya korban jiwa hari ini merupakan hasil kerja keras seluruh personel yang telah terjun langsung di lapangan. Capaian ini harus kita jaga dan tingkatkan saat arus balik mencapai puncaknya dalam beberapa hari ke depan,” tegasnya dalam keterangan resmi.

Karo Operasi Polda Sumsel Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso menambahkan bahwa seluruh jajaran telah disiapkan secara maksimal untuk menghadapi lonjakan arus balik.

“Arus balik sudah mulai terasa secara signifikan dan kami telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, termasuk rekayasa lalu lintas yang disesuaikan sesuai arahan pimpinan,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan kesiapan penuh jajaran untuk mengawal perjalanan masyarakat pulang ke tujuan.

“Arus balik memiliki tingkat kepentingan yang sama dengan arus mudik. Kami berada dalam keadaan siaga penuh untuk memastikan seluruh masyarakat dapat kembali dengan aman dan lancar,” jelasnya.

Polda Sumsel mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang, memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima, serta tidak memaksakan diri berkendara saat merasa lelah.

Masyarakat juga diminta untuk selalu memantau informasi rekayasa lalu lintas dan memanfaatkan fasilitas rest area maupun pos pelayanan yang telah disediakan di sepanjang rute perjalanan.

Apabila membutuhkan bantuan, masyarakat dapat menghubungi Call Center Polri di nomor 110 yang aktif 24 jam tanpa dipungut biaya.

Polda Sumatera Selatan memastikan seluruh kekuatan dikerahkan secara maksimal untuk mengawal puncak arus balik Lebaran 1447 H, menjadikan capaian zero korban jiwa hari ketiga sebagai dasar untuk terus memberikan perlindungan terbaik sehingga seluruh masyarakat dapat kembali ke tujuan dengan selamat, aman, dan lancar. (*/Andrian)

BERITA TERKAIT