Bupati Muchendi menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda rutin, melainkan platform krusial bagi pemerintah daerah untuk mendekatkan diri dengan rakyat.
“Momentum ini menjadi kesempatan bagi kami untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga memastikan pemerintah benar-benar hadir membantu dan mendengar kebutuhan warga,” ungkap Muchendi, menegaskan fokus pemerintah pada efektivitas bantuan dan penyerapan aspirasi.
Tarmono (53), salah satu penerima bantuan RTLH, tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya.
“Bantuan ini sangat berarti. Saya berharap rumah saya kelak dapat menjadi tempat tinggal yang lebih layak bagi keluarga,” ujarnya penuh harap.
Sementara itu, Kepala Desa Jaya Bakti, Ingadurrofiq, menyampaikan harapan agar pemerintah daerah terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur desa, khususnya perbaikan kondisi jalan yang menjadi urat nadi perekonomian dan aktivitas warga.
Secara simultan, Wakil Bupati OKI, Supriyanto, memimpin Safari Ramadan di Desa Cipta Sari, Kecamatan Mesuji Raya.
Turut mendampinginya adalah Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten OKI, Yuni Supriyanto, beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat aktif dalam penyaluran bantuan.
Di lokasi ini, bantuan yang disalurkan mencakup program bedah rumah tidak layak huni, donasi dari Baznas untuk fakir miskin dan anak yatim, serta bantuan Al-Qur’an untuk memperkuat kegiatan keagamaan di masjid.
Wakil Bupati Supriyanto menekankan bahwa Safari Ramadan memiliki dimensi lebih dari sekadar seremoni.

“Momentum ini menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat, memperkuat silaturahmi, sekaligus menyerap aspirasi warga secara langsung,” jelas Supriyanto, menggarisbawahi esensi kegiatan ini sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan rakyat.
Melalui serangkaian kegiatan Safari Ramadan yang terencana dan terstruktur ini, Pemerintah Kabupaten OKI bertekad untuk semakin mempererat hubungan harmonis dengan masyarakat.
Diharapkan, berbagai program pembangunan dapat terimplementasi secara lebih merata dan dampaknya dapat dirasakan langsung hingga ke pelosok desa, mewujudkan kesejahteraan yang inklusif di Ogan Komering Ilir. (*/HS)



