“Orang Lapar Jangan Disuruh Sabar”: Eddie Karsito dan Warung Kopi Gratis untuk Kaum Marginal

Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan Beri Makan Pemulung dan Pekerja Informal, Tolak Mental "Meminta-minta"

Berita, Jawa Barat, SOSIAL2694 Dilihat
banner"468x90"title"468x90" banner"468x90"title"468x90"

Uniknya, yayasan ini pantang “meminta-minta” sumbangan dari pihak manapun, termasuk pemerintah.

Generasi Sehat, Masa Depan Cerah. Yayasan Humaniora peduli dengan gizi balita./radarkeadilan.com

“Apa yang kami bagikan merupakan bantuan internal, dari para pengurus yayasan dan anggota Sanggar Humaniora. Sedekah dari pihak lain ada, tapi sifatnya bukan kami minta, melainkan sumbangan dari dermawan atas kepedulian mereka,” jelas Eddie.

banner"300x250"title"300x250"

Eddie menyayangkan menjamurnya lembaga yang mengatasnamakan agama untuk mencari sumbangan dengan dalih membantu korban bencana atau anak yatim.

Di sudut jalan, secangkir kopi menemani rehat sejenak dari kerasnya kehidupan./radarkeadilan.com

“Tak jarang agama sekadar packaging and labeling. Tak menyentuh ke akar masalah,” kritiknya.

Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan menciptakan simbiosis mutualisme antara kebajikan sosial dan kegiatan budaya.

Kebersamaan itu indah. Menikmati minuman segar bersama keluarga tercinta di hari yang cerah./radarkeadilan.com

“Kebajikan sosial dan kegiatan seni budaya saling berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup dan kohesi sosial. Mudah-mudahan menciptakan siklus positif bagi masyarakat,” pungkas Eddie Karsito. (*/Red)

banner"728x90"title"728x90" banner"728x90"title"728x90"