Uniknya, yayasan ini pantang “meminta-minta” sumbangan dari pihak manapun, termasuk pemerintah.

“Apa yang kami bagikan merupakan bantuan internal, dari para pengurus yayasan dan anggota Sanggar Humaniora. Sedekah dari pihak lain ada, tapi sifatnya bukan kami minta, melainkan sumbangan dari dermawan atas kepedulian mereka,” jelas Eddie.
Eddie menyayangkan menjamurnya lembaga yang mengatasnamakan agama untuk mencari sumbangan dengan dalih membantu korban bencana atau anak yatim.

“Tak jarang agama sekadar packaging and labeling. Tak menyentuh ke akar masalah,” kritiknya.
Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan menciptakan simbiosis mutualisme antara kebajikan sosial dan kegiatan budaya.

“Kebajikan sosial dan kegiatan seni budaya saling berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup dan kohesi sosial. Mudah-mudahan menciptakan siklus positif bagi masyarakat,” pungkas Eddie Karsito. (*/Red)









