Lebih jauh, Muchendi menjelaskan bahwa arah kebijakan pembangunan daerah ke depan tidak hanya berfokus pada pencapaian fisik atau pertumbuhan infrastruktur semata.
Setiap program dan kegiatan pembangunan harus sarat dengan semangat keadilan sosial, bertujuan memperkuat kohesi sosial antarwarga, serta memiliki keberpihakan yang tegas terhadap masyarakat kecil tanpa membedakan latar belakang atau asal-usul.
Di tengah derasnya arus informasi dan dinamika sosial-ekonomi era digital yang kian cepat berubah, Bupati Muchendi juga mengingatkan masyarakat untuk tetap cermat dan bijak.
Ia meminta seluruh warga agar tidak mudah terprovokasi, terseret arus berita bohong, fitnah, maupun polarisasi yang berpotensi memecah belah persaudaraan akibat perbedaan pandangan.
“Perbedaan pendapat atau latar belakang jangan pernah dijadikan alasan untuk perpecahan. Justru, keberagaman itulah yang harus kita angkat menjadi kekuatan besar guna memperkokoh persaudaraan dan kebersamaan kita sebagai satu bangsa,” tambahnya.
Selain pembangunan infrastruktur, Pemerintah Kabupaten OKI juga menaruh perhatian besar pada pembangunan karakter, penguatan rasa persatuan, dan peningkatan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Secara khusus, Muchendi menaruh harapan besar kepada generasi muda agar terus menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini dan menjadikannya pegangan hidup.
Generasi muda diharapkan tumbuh dan berkembang menjadi insan yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kokoh, mencintai tanah air dengan sepenuh hati, serta mampu menjadi agen perubahan positif yang membawa kemajuan bagi masyarakat dan daerah.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten OKI untuk terus merawat dan menjaga warisan luhur bangsa.
Di tangan seluruh elemen masyarakat yang bersatu dan berpegang teguh pada nilai dasar negara, masa depan Kabupaten OKI yang damai, beradab, dan sejahtera bukan lagi sekadar impian, melainkan kenyataan yang terus dibangun bersama di bawah naungan Pancasila. (*/Heri)











