Pangdam II/Sriwijaya Turun Langsung ke OKI Perkuat Sinergi Tiga Pilar Hingga Tingkat Desa Tekan Ancaman Karhutla

Pangdam II/Sriwijaya Turun Langsung ke OKI Perkuat Sinergi Tiga Pilar Hingga Tingkat Desa Tekan Ancaman Karhutla

Berita, OKI, TNI2031 Dilihat
banner"468x90"title"468x90" banner"468x90"title"468x90" banner"468x90"title"468x90"

Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Menegaskan komitmen tegas menjaga wilayah dari ancaman kebakaran hutan dan lahan yang semakin meluas, Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., melaksanakan kunjungan kerja resmi ke Markas Kodim 0402/OKI pada Rabu (30/9/2026).

Langkah ini diambil guna memperkuat arahan langsung serta menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah kabupaten hingga tingkat desa, dalam penanganan karhutla yang cepat, terpadu, dan berkelanjutan.

banner"300x250"title"300x250" banner"300x250"title"300x250"

Kedatangan Pangdam disambut langsung oleh Komandan Kodim 0402/OKI-OI Letkol Inf Gunawan Wibisono, S.H., didampingi seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten OKI.

Kegiatan dilanjutkan dengan pengarahan resmi di Aula Makodim yang diawali dengan penghormatan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama.

Dalam sambutannya, Dandim 0402/OKI-OI menegaskan perlunya mempererat ikatan kerja sama antarunsur di lapangan.

“Kita harus semakin solid dan kompak dalam melaksanakan penanganan karhutla di wilayah Kabupaten OKI. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, para camat, kepala desa, serta seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat sehingga potensi dan kejadian karhutla dapat ditekan dan diminimalkan,” ujar Letkol Inf Gunawan Wibisono, S.H.

Wakil Bupati OKI Supriyanto, S.H., turut menyampaikan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla, menegaskan bahwa sumber daya dan kebijakan daerah akan diarahkan untuk mendukung kesiapsiagaan di setiap titik rawan.

Pangdam II/Sriwijaya kemudian menyampaikan arahan lengkap dengan paparan data terkini kondisi karhutla di Sumatera Selatan, khususnya luasan lahan yang telah terdampak dan sebaran titik panas di wilayah OKI.

Ia menjelaskan bahwa beragam peralatan serta kendaraan pendukung telah didistribusikan ke lapangan, namun keberhasilan pengendalian tidak bergantung pada sarana semata.

banner"728x90"title"728x90" banner"728x90"title"728x90"