
Sementara itu, Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa pembangunan ini menggunakan sumber dana di luar APBN dan APBD, yang merupakan wujud nyata sinergi dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari para pelaku usaha, khususnya sektor pertambangan, untuk kepentingan masyarakat luas.
“Ini adalah kekuatan bersama. Kami mengapresiasi gotong royong para pengusaha yang peduli terhadap infrastruktur dan kebutuhan masyarakat,” ujar Herman Deru.
Selain fokus pada jembatan, Gubernur juga menyoroti kondisi ruas jalan sepanjang sekitar 40 KM yang menghubungkan Lahat dan Muara Enim yang saat ini mulai memprihatinkan.
Ia berjanji akan mengupayakan perbaikan ke pemerintah pusat agar jalan tersebut tidak lagi bergelombang dan berlubang.

Dalam pelaksanaannya, Herman Deru meminta kontraktor untuk memasang rambu-rambu lalu lintas yang jelas guna meminimalkan kemacetan dan memastikan keselamatan pengguna jalan selama masa konstruksi.
Dengan dimulainya proyek ini, diharapkan konektivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah Sumatera Selatan dapat segera pulih dan berjalan normal kembali dengan fasilitas yang lebih kokoh, aman, dan nyaman. (*/SMSI Lahat)









