Pembangunan kembali Jembatan Air Lawai B yang terletak di Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, secara resmi dimulai melalui upacara peletakan batu pertama yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, pada Jumat (10/4/2026).

Proyek strategis ini dikerjakan oleh Tim Percepatan Pembangunan Kembali Jembatan Air Lawai B (TPPJAL) bekerja sama dengan Manajemen Konstruksi PT. DKonsindo CM dan kontraktor pelaksana EPC PT Sang Bima Ratu.
Total investasi yang digelontorkan mencapai sekitar Rp18 miliar, dengan target penyelesaian yang cukup agresif yakni dalam kurun waktu 4 hingga 5 bulan ke depan.
Ia mendorong agar seluruh proses berjalan cepat namun tetap memegang teguh standar kualitas yang ditetapkan.
“Kami menginginkan jembatan ini cepat diselesaikan sesuai jadwal dan anggaran yang tersedia, namun tetap memenuhi standar teknis dari Dinas Pekerjaan Umum agar tidak menimbulkan masalah di masa mendatang,” tegas Widia Ningsih.

Sementara itu, Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa pembangunan ini menggunakan sumber dana di luar APBN dan APBD, yang merupakan wujud nyata sinergi dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari para pelaku usaha, khususnya sektor pertambangan, untuk kepentingan masyarakat luas.
Selain fokus pada jembatan, Gubernur juga menyoroti kondisi ruas jalan sepanjang sekitar 40 KM yang menghubungkan Lahat dan Muara Enim yang saat ini mulai memprihatinkan.
Ia berjanji akan mengupayakan perbaikan ke pemerintah pusat agar jalan tersebut tidak lagi bergelombang dan berlubang.

Dalam pelaksanaannya, Herman Deru meminta kontraktor untuk memasang rambu-rambu lalu lintas yang jelas guna meminimalkan kemacetan dan memastikan keselamatan pengguna jalan selama masa konstruksi.













