Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Guna menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok sekaligus menekan laju inflasi daerah, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah menggelar operasi pasar murah sekaligus inspeksi mendadak di Pasar Kayuagung.
Tujuh jenis komoditas pangan dijual dengan harga bersubsidi yang lebih rendah dari harga pasar guna meringankan beban pengeluaran rumah tangga masyarakat.
Sekretaris Daerah Kabupaten OKI, Ir. Asmar Wijaya, M.Si., menjelaskan kegiatan ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terjangkau.
“Operasi pasar murah ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus sebagai upaya pengendalian inflasi daerah,” ujar Asmar.
Melalui skema subsidi, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah. Minyak goreng Minyakita dijual seharga Rp11.500, turun dari harga normal Rp15.500. Beras SPHP tersedia Rp53.000 dari biasanya Rp58.000. Cabai merah ditawarkan Rp62.000 atau turun dari Rp70.000, sedangkan bawang merah Rp22.000 dari harga pasaran Rp30.000. Daging ayam ras dijual Rp36.000 dari Rp40.000, telur ayam ras Rp21.000 dari Rp24.000, serta ikan lele dan patin Rp20.000 dibanding harga normal Rp30.000.
Lebih jauh Asmar menegaskan, pengendalian inflasi tidak boleh sekadar berfokus pada angka statistik semata, melainkan harus memberikan dampak nyata bagi kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pemerintah daerah bersama TPID akan senantiasa memantau perkembangan harga dan kelancaran distribusi bahan pokok di seluruh wilayah.
“Pengendalian inflasi bukan sekadar menjaga angka statistik, ini tentang menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah daerah bersama TPID akan terus mengawasi distribusi dan harga. Tidak boleh ada penimbunan atau permainan harga yang merugikan masyarakat,” tegasnya.









