Sementara itu, Bupati Boyolali, Agus Irawan, menyampaikan bahwa pelaksanaan Munas SWI 2026 menjadi ajang krusial untuk konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat kompetensi dan profesionalisme wartawan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan dinamika dunia pers di era digital.
Kehadiran kegiatan berskala nasional ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Boyolali yang siap mendukung kemajuan dunia kewartawanan Indonesia.
Ketua Panitia Pelaksana Munas SWI Nasional 2026, Prof. Dr. Ir. Supiyat Nasir, M.B.A., mengungkapkan bahwa agenda ini bukan sekadar rapat kerja organisasi, melainkan sarana menyebarkan pesan kebangsaan dan cinta tanah air.
Pembentangan bendera merah putih sepanjang satu kilometer dipilih sebagai simbol kebulatan tekad insan pers untuk tetap berdiri tegak menjaga kedaulatan bangsa.
“Kami ingin menjadikan momen HKPS ini sebagai pengingat abadi: pers Indonesia harus senantiasa bebas, profesional, dan berintegritas tinggi. Bendera Merah Putih yang berkibar megah hari ini adalah bukti bahwa wartawan Indonesia selalu berada di barisan terdepan menjaga NKRI,” tegas Prof. Supiyat Nasir.
Rangkaian acara pembukaan berlangsung dengan khidmat dan meriah, dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, doa bersama, hingga penampilan seni budaya lokal yang mempererat rasa persaudaraan.
Kehadiran tokoh masyarakat, unsur TNI-Polri, organisasi kepemudaan, dan warga sekitar semakin menyempurnakan suasana akrab dan penuh semangat tersebut.
Warga Desa Banyuanyar menyambut hangat terselenggaranya kegiatan ini.
Kunjungan peserta dari berbagai daerah tidak hanya membawa dampak positif bagi ekonomi warga setempat, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong sekaligus mempromosikan potensi desa ke kancah nasional.
Melalui momentum ini, SWI diharapkan semakin kokoh sebagai organisasi wartawan yang solid, independen, profesional, dan berdaya saing tinggi.
Peran aktif SWI dalam mendukung kebijakan pembangunan nasional, khususnya pengembangan desa, menjadi kontribusi nyata dalam mewujudkan visi Indonesia maju.
Peringatan HKPS 2026 di Boyolali ini pun tercatat sebagai momen bersejarah yang meneguhkan kembali eksistensi pers Indonesia sebagai garda terdepan penjaga demokrasi, persatuan, dan kecintaan yang mendalam terhadap tanah air. (*/HS)










