PGRI Sumsel Periode 2024–2029 Dikukuhkan: Akhiri Polemik, Fokus Kesejahteraan Guru dan Kemajuan Pendidikan

PGRI Sumsel Periode 2024–2029 Dikukuhkan: Akhiri Polemik, Fokus Kesejahteraan Guru dan Kemajuan Pendidikan

Palembang, Radar Keadilan Pengurus Daerah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sumatera Selatan masa bakti XXIII tahun 2024–2029 resmi dikukuhkan dalam sebuah acara sakral dan strategis yang berlangsung di Aula SMK Negeri 6 Palembang, pada Kamis, 18 Juni 2026.

Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, M.M., dan mengangkat Drs. H. Riza Fahlevi, M.M. sebagai Ketua PGRI Sumsel yang baru.

banner"300x300"title"300x300" banner"300x300"title"300x300"

Acara ini dihadiri oleh ribuan guru dari seluruh kabupaten dan kota, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan dan media massa.

Pengukuhan Pengurus Daerah PGRI Provinsi Sumatera Selatan masa bakti 2024–2029 sebagai wujud komitmen baru mempersatukan organisasi dan memajukan dunia pendidikan.

Dalam sambutannya, Teguh Sumarno menegaskan momen ini menjadi titik balik untuk mengakhiri segala polemik yang berkembang selama ini, termasuk isu dualisme kepengurusan.

Ia menyatakan bahwa kehadiran berbagai elemen dalam acara tersebut menjadi bukti nyata keinginan bersama untuk memperkuat persatuan organisasi demi kemajuan dunia pendidikan.

“Kami berharap segala hal yang selama ini menimbulkan ketidakjelasan segera berakhir. Kebersamaan yang terlihat hari ini menjadi modal utama untuk memperkokoh persatuan dan semangat pengabdian organisasi,” ujar Teguh.

Ia juga mengajak insan pers untuk menyajikan informasi secara objektif, berimbang, dan berdasarkan fakta agar masyarakat memperoleh gambaran yang benar mengenai perkembangan organisasi ini.

Terkait sejumlah persoalan hukum yang masih dalam proses, Teguh menegaskan bahwa PB PGRI menghormati seluruh jalur hukum yang berlaku dan akan menunggu keputusan yang berkekuatan hukum tetap.

“Kami menghormati setiap proses hukum yang sedang berjalan, namun tetap optimis bahwa niat baik dan perjuangan demi guru akan membuahkan hasil terbaik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Teguh menekankan bahwa peran PGRI tidak terbatas pada peningkatan kesejahteraan dan martabat guru, melainkan juga menjadi pilar penting dalam mewujudkan pendidikan nasional yang berkualitas.

“Kemajuan bangsa sangat bergantung pada kualitas pendidik dan sistem pendidikan. Oleh karena itu, PGRI akan terus berjuang mengangkat derajat guru sekaligus berkontribusi nyata bagi kemajuan Sumatera Selatan dan Indonesia,” tambahnya.

Pengukuhan resmi Pengurus Daerah PGRI Provinsi Sumatera Selatan masa bakti 2024–2029, menandai awal pengabdian baru untuk mempersatukan organisasi dan memperjuangkan kesejahteraan guru.

Sementara itu, Sekretaris PGRI Sumsel, Prof. Dr. Drs. H.R. Wijaya, M.Si., Ph.D., menegaskan bahwa kepengurusan yang baru dikukuhkan memiliki dasar hukum dan legalitas yang sah serta terverifikasi secara resmi.

Ia menegaskan tidak ada keraguan mengenai keabsahan organisasi ini sesuai peraturan yang berlaku.

“Kami menjamin bahwa PGRI yang kami pimpin adalah organisasi yang sah, taat hukum, dan berlandaskan pada peraturan yang berlaku. Seluruh dokumen legalitas dapat dipertanggungjawabkan secara resmi,” ungkap Wijaya.

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota, PGRI Sumsel berencana membuka layanan hotline pengaduan dan aspirasi yang dapat diakses oleh seluruh guru.

Layanan ini bertujuan untuk menampung berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan dan menindaklanjutinya melalui jalur yang tepat.

“Kami akan menyediakan saluran komunikasi khusus agar setiap aspirasi dan keluhan guru dapat segera didengar dan diperjuangkan. Setiap masukan akan menjadi perhatian utama kami,” jelasnya.

Wijaya juga menegaskan bahwa persoalan yang terjadi di lingkungan Universitas PGRI Palembang merupakan masalah internal kampus dan tidak berkaitan dengan struktur serta kebijakan kepengurusan PGRI Sumsel yang baru.

Ketua terpilih, Riza Fahlevi, menyampaikan komitmennya untuk menghadirkan perubahan nyata melalui program-program yang lebih terukur, efektif, dan memberikan manfaat langsung bagi anggota.

Ia berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program sebelumnya serta memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan guru.

“Kami ingin membuktikan bahwa PGRI hadir sebagai mitra dan pelindung guru. Setiap langkah kebijakan akan diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan, kompetensi, dan martabat pendidik di Sumatera Selatan,” tegas Riza.

Perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Pandji Tjahjanto, S.Hut., M.Si., menyampaikan dukungan penuh atas kepengurusan baru tersebut.

Ia menilai PGRI merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun sistem pendidikan yang berkualitas.

“Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari tanggung jawab besar. Pemerintah memandang PGRI sebagai mitra yang andal untuk mewujudkan pendidikan yang maju, merata, dan bermutu. Kami mendorong agar organisasi ini terus berkembang menjadi lembaga yang profesional, modern, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujar Pandji.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan saat ini sedang melaksanakan berbagai program prioritas, mulai dari peningkatan kompetensi guru, transformasi pembelajaran berbasis teknologi, pemerataan akses pendidikan, hingga pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan.

Pandji berharap PGRI dapat memberikan masukan dan kritik yang membangun guna menyempurnakan kebijakan tersebut.

“Kami optimistis kepengurusan baru ini mampu menjalankan amanah dengan baik, menjadi kekuatan moral dan intelektual, serta mendukung terwujudnya visi pendidikan menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Penyerahan dokumen pengukuhan resmi menandai sahnya kepengurusan PGRI Sumatera Selatan periode 2024–2029 untuk mengemban amanah memajukan organisasi dan kesejahteraan guru.

Dengan semangat persatuan dan komitmen yang kuat, PGRI Sumsel periode 2024–2029 melangkah maju untuk menjadi organisasi yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan benar-benar hadir melayani guru serta berkontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di bumi Sriwijaya(*/SMSI)