“Mudah-mudahan predikat yang kami berikan ini mampu mendorong kinerja kita semua dalam berkiprah di tingkat nasional maupun dalam kontestasi dunia usaha di internasional,” ujar Hanif saat menyerahkan penghargaan di Jakarta, Selasa (7/4).
Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi validasi kuat atas arah transformasi yang dijalankan perusahaan.
“Penghargaan ini menjadi pelecut bagi PLN untuk terus memperkuat praktik bisnis berkelanjutan dan mempercepat transisi energi dalam mendukung target Net Zero Emissions 2060 atau lebih cepat,” tegas Darmawan.
Dalam lima tahun terakhir, PLN mencatat lonjakan signifikan dengan penurunan emisi gas rumah kaca yang meningkat hampir empat kali lipat, dari 12,9 juta ton CO₂ pada 2021 menjadi 51,1 juta ton CO₂ pada 2025.
Hal ini didorong oleh pengembangan EBT yang telah mencapai sekitar 9,4 Gigawatt, implementasi co-firing biomassa, serta penggunaan teknologi ramah lingkungan lainnya.
“Transformasi PLN tidak hanya berfokus pada keandalan pasokan listrik, tetapi juga pada keberlanjutan. Kami berkomitmen menghadirkan listrik yang bersih, andal, dan terjangkau,” tambahnya.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa PLN terus bertransformasi secara solid untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan memperkuat kontribusi nyata terhadap target dekarbonisasi nasional demi masa depan energi yang lebih hijau. (*/Yos)
Press Release No. 070.PR/STH.01.05/IV/2026
Jakarta, 10 April 2026












