Di Simpang Belimbing, Muara Enim, arus kendaraan juga tercatat padat dengan antrian hampir mencapai 3 kilometer.
Merespons kondisi tersebut, Command Center langsung menginstruksikan langkah taktis kepada jajaran kewilayahan.
Personel lapangan melakukan pengaturan arus secara dinamis, menerapkan sistem tarik kendaraan, serta menertibkan kendaraan berat untuk mempercepat pergerakan aliran lalu lintas.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho menegaskan peran sentral Command Center dalam menjaga kelancaran jalur mudik strategis.
“Kami pastikan Command Center bekerja selama 24 jam untuk memantau seluruh dinamika arus mudik. Setiap potensi perlambatan arus langsung kami respons agar tidak berkembang menjadi kepadatan yang berkepanjangan,” tegas Kapolda.
Di wilayah Banyuasin, jajaran Polres segera menindaklanjuti arahan dari pusat kendali.
Personel gabungan melakukan pengaturan arus secara intensif di Simpang Tugu Polwan Betung, sehingga antrian kendaraan yang muncul dapat terurai secara bertahap dan arus lalu lintas kembali ramai lancar pada siang hari.
Polda Sumsel menerapkan strategi terpadu untuk antisipasi perlambatan arus, antara lain pengaturan lalu lintas dinamis, pengantongan kendaraan berat, penertiban parkir di kawasan pasar, serta patroli berkelanjutan di titik rawan kepadatan.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyampaikan bahwa sistem pemantauan real-time menjadi kunci utama dalam pengendalian arus mudik.
“Command Center kami bekerja tanpa henti memantau seluruh jalur mudik. Setiap potensi perlambatan arus langsung kami tindaklanjuti agar perjalanan masyarakat tetap lancar,” ujarnya.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang saat menghadapi kepadatan arus, mematuhi arahan petugas, tidak melawan arus, serta memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan demi keselamatan bersama.
Dengan Command Center yang beroperasi 24 jam dan respons cepat di lapangan, Polda Sumatera Selatan tegaskan komitmennya dalam menjaga kelancaran serta keamanan arus mudik sebagai bagian dari pengamanan nasional.
Setiap potensi perlambatan arus dapat ditangani secara optimal, sehingga masyarakat dapat menjalankan perjalanan dengan aman dan nyaman – sesuai dengan tujuan utama yang diusung sejak awal pelaksanaan pengamanan mudik tahun ini. (*/Andrian)









