Sinergi lintas instansi terwujud dengan dukungan 42 personel TNI, 8 personel Dinas Perhubungan, dan 4 personel Dinas Kesehatan.
Kehadiran petugas kesehatan di sejumlah titik wisata memberikan jaminan tanggapan cepat terhadap kondisi darurat yang mungkin terjadi.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho menegaskan komitmen untuk tidak melewatkan satu pun destinasi wisata dari cakupan pengamanan.
“Tidak ada tempat wisata yang kami biarkan tanpa pengamanan. Kami hadir untuk memastikan masyarakat dapat berlibur dengan aman dan nyaman,” tegas Kapolda.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyampaikan bahwa langkah pengamanan ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam melindungi masyarakat selama periode Lebaran.
“Lebih dari 400 personel gabungan berjaga di 111 destinasi wisata. Ini bukti bahwa kami hadir di setiap aktivitas masyarakat, termasuk saat berlibur,” ujarnya.
Ia juga mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kewaspadaan selama berwisata, dengan tidak melupakan barang bawaan, mengawasi anak-anak, serta mematuhi semua aturan keselamatan yang berlaku di setiap lokasi.
Apabila membutuhkan bantuan, masyarakat dapat menghubungi Call Center Polri melalui nomor 110 yang beroperasi 24 jam tanpa dipungut biaya.
Pengamanan wisata menjadi bukti bahwa Polda Sumatera Selatan tidak hanya fokus pada keamanan jalur mudik, tetapi juga memastikan seluruh aktivitas masyarakat selama Lebaran berlangsung dengan aman dan terkontrol.

Petugas melaksanakan giat pengamanan objek agrowisata di Desa Sindang Panjang, Kecamatan Tanjung Sakti, Pumi Lahat. Kegiatan mencakup pengaturan lalu lintas kendaraan di area akses masuk, pengawasan parkir agar tetap teratur, serta patroli menyeluruh di kawasan wisata untuk menjamin kenyamanan dan keamanan seluruh pengunjung yang datang menikmati destinasi agrowisata tersebut.| Andrian, radarkeadilan.com
Instansi berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas keamanan hingga seluruh rangkaian arus balik Lebaran 1447 H selesai tuntas, sejalan dengan upaya awal dalam meluncurkan Operasi Ketupat Musi 2026 untuk melindungi setiap warga dan pengunjung. (*/Andrian)






