Meskipun segala persiapan ditujukan untuk menghadapi skenario terburuk, pihaknya berharap situasi tersebut tidak pernah terjadi dalam kehidupan nyata.
“Kami mempersiapkan segala kemungkinan sebagai langkah antisipatif. Namun, tentu kami berharap situasi kritis seperti ini hanya terjadi dalam simulasi latihan, bukan dalam realitas. Dengan sinergi yang solid antarstakeholder serta peningkatan kompetensi personel dan sarana prasarana, kami optimistis Kabupaten Sukoharjo siap mengamankan setiap situasi,” tegasnya.

Secara teknis, kegiatan ini merupakan bagian dari Pelatihan Pengendalian Huru-Hara (PHH) yang menerapkan tahapan penanganan standar operasional prosedur (SOP), mulai dari kondisi hijau (aman), kuning (siaga), hingga merah (anarkis).
Dalam simulasi tersebut, diperagakan secara detail peran negosiator, tindakan awal Dalmas, hingga penanganan tegas terhadap pelaku kerusuhan.
Selain strategi penanganan, personel juga mendemonstrasikan kemampuan bela diri, kekompakan tim, serta efektivitas penggunaan peralatan pendukung tugas.
Hasil evaluasi dari kegiatan ini akan dijadikan acuan untuk perbaikan dan pengembangan kemampuan di masa mendatang.
Sebanyak 519 personel dikerahkan dalam latihan ini, yang terdiri dari 400 personel Polres Sukoharjo serta dukungan 60 personel gabungan dari unsur TNI dan Pemerintah Daerah.
Dengan terselenggaranya latihan ini, diharapkan sinergitas antarinstansi semakin kokoh dan mampu memberikan jaminan keamanan serta rasa aman yang maksimal bagi seluruh masyarakat Sukoharjo dalam segala kondisi. (*/Gun)







