Pemanfaatan teknologi seperti aplikasi Siguntang dinilai krusial untuk mendeteksi tunggakan secara akurat, sehingga proses penagihan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Lebih jauh, Ilyas mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran fiskal.
Pembayaran pajak bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan kontribusi nyata yang menjadi tulang punggung pembiayaan berbagai infrastruktur dan pembangunan daerah yang dinikmati bersama.

Sementara itu, Kepala Bapenda Kota Palembang, M. Raimon Lauri, menyambut baik kunjungan tersebut sebagai momentum mempererat sinergi antara legislatif dan eksekutif.
Menurutnya, masukan dari DPRD menjadi bahan evaluasi penting dalam merumuskan kebijakan ke depan.
“Kunjungan ini menjadi wadah diskusi strategis sekaligus masukan berharga bagi kami dalam merumuskan strategi optimalisasi PAD,” ujar Raimon.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya terus melakukan pemutakhiran data base wajib pajak guna meningkatkan angka kepatuhan, yang untuk sektor PKB dan BBNKB saat ini tercatat di kisaran 36,50 persen.
Ke depan, Bapenda akan gencar mendorong program “Bapenda Go Online” untuk memudahkan akses layanan masyarakat, memperketat pengawasan, serta menindaklanjuti piutang pajak.
Optimalisasi tidak hanya berfokus pada pajak kendaraan, tetapi juga menggali seluruh potensi pajak daerah lainnya demi penguatan struktur keuangan Kota Palembang secara menyeluruh. (*/Andrian)





