“Langkah ini adalah bukti nyata komitmen PTBA: manfaat hilirisasi tidak hanya untuk keberlangsungan perusahaan, tetapi harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami optimis hasil panen Kelompok Tani Tampang Jaya akan meningkat signifikan,” jelas Sugiatno.
Tim peneliti UGM yang dipimpin Anton Sujarwo dan Nidha Nikmah Chairunnisa turut memberikan pendampingan teknis dan panduan praktis penggunaan kalium humat kepada para petani.
Program ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), yang menurunkan penyuluh pertanian untuk mendampingi proses penerapan di lapangan.
Sebelumnya, uji coba pupuk kalium humat telah berjalan sukses di wilayah Sumatera Selatan dan beberapa lokasi di Pulau Jawa dengan hasil yang memenuhi target riset.
Keberhasilan program di Sawahlunto diharapkan menjadi model replikasi bagi daerah lain, sekaligus memperkuat posisi hilirisasi batu bara sebagai pilar strategis ketahanan pangan nasional.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Eko Prayitno
Corporate Secretary Division Head
PT Bukit Asam (Persero) Tbk
corsec@bukitasam.co.id
www.ptba.co.id







