“Kalau yang sudah stunting sekitar 10 orang. Tetapi kalau kita mitigasi dari yang berisiko atau akan stunting, jumlahnya cukup banyak. Karena itu kami sangat mendukung dan mengapresiasi apa yang telah dilaksanakan PTBA,” ungkap Jufriansyah.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya terbatas pada masalah stunting, tetapi aktif menyampaikan seluruh keluhan kesehatan kepada tenaga medis yang hadir.
Apresiasi serupa disampaikan Lurah Karang Anyar, Teguh, SH. Ia menilai program PTBA memberikan manfaat langsung dan nyata bagi warga.
Kepedulian perusahaan, katanya, tidak hanya terlihat dalam bidang kesehatan, tetapi juga konsisten hadir dalam berbagai kegiatan sosial masyarakat.
“Luar biasa kepedulian PTBA kepada masyarakat. Kami sebagai pemerintah dan masyarakat Karang Anyar merasa terbantu dengan adanya program pengobatan dan pencegahan ini,” ujar Teguh.
Amma, salah seorang ibu hamil penerima manfaat dari RT 13 Jembatan Sungai Sawah 1, Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus, mengaku merasa terbantu dan berharap program ini terus berlanjut.
“Saya senang dan bahagia dengan adanya kegiatan ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan PTBA semakin maju sehingga bisa terus membantu masyarakat melalui program CSR,” katanya.
Sinergi antara PTBA, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta tenaga kesehatan membuktikan bahwa pencegahan stunting bukan beban satu pihak saja.
Kesehatan yang kuat dimulai dari gizi yang cukup sejak dalam kandungan — dan investasi terbaik adalah hadir bersama masyarakat, sebelum masalah berkembang.
PTBA membuktikan: tumbuh bersama masyarakat bukan sekadar slogan, melainkan langkah nyata yang dijalani setiap hari. (*/Andrian)






