Prabumulih, Radar Keadilan – Reformasi kelembagaan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memasuki tahap transformatif dengan pendekatan berbasis riset nasional dan analisis data ilmiah, di mana Provinsi Sumatera Selatan menjadi wilayah strategis untuk menguji efektivitas pelaksanaan fungsi pemberantasan tindak pidana korupsi (tipikor) serta optimalisasi dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kegiatan penelitian besar-besaran digelar di Polres Prabumulih pada hari Selasa, dengan integrasi unsur akademik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat validitas serta integritas hasil kajian.

Kegiatan tersebut menjadi bagian tak terpisahkan dari arsitektur reformasi Polri yang bertujuan membangun kelembagaan presisi, berorientasi pada evaluasi ilmiah, dan penguatan kapasitas pada tingkat kewilayahan.

Penelitian tidak hanya mengumpulkan data administratif konvensional, melainkan mengkaji secara komprehensif tiga aspek kunci dalam pemberantasan korupsi: kapasitas serta kualitas sumber daya manusia penyidik tipikor, transformasi pola pikir dan budaya integritas di lingkungan kelembagaan, serta struktur organisasi dan efektivitas koordinasi antar unsur terkait.









