“Terima kasih atas kedatangan Bapak anggota dewan. Semoga kunjungan ini membawa perubahan dan jawaban bagi persoalan kami,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Jauhari A. Karim menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar masalah keamanan, melainkan juga pertaruhan terhadap perekonomian warga dan masa depan anak muda.
Seluruh aspirasi telah dicatat secara rinci dan akan diperjuangkan serta dikoordinasikan dengan instansi berwenang.
“Penyalahgunaan narkoba dan pencurian sawit harus ditangani secara serius. Ini merugikan petani sekaligus merusak tatanan masyarakat. Kami akan bawa semua masukan ini ke forum DPRD Provinsi dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar segera ada tindak lanjut,” tegasnya.
Senada dengan itu, Akhmad Mahidin menekankan bahwa penanganan masalah ini membutuhkan kerja sama erat antara pemerintah, aparat hukum, pihak perusahaan, dan masyarakat sendiri.
“Kami hadir untuk mendengar kenyataan di lapangan. Semua usulan akan kami kawal agar pemerintah provinsi dan instansi terkait segera mengambil langkah nyata. Tujuannya satu: warga merasa aman, dan hasil kerja keras petani sawit terlindungi dengan baik,” ujar Akhmad Mahidin.
Kegiatan ini diharapkan menjadi titik tolak perbaikan, sehingga Desa Kemang Indah dan wilayah sekitarnya terbebas dari ancaman kejahatan, tercipta lingkungan yang kondusif, serta kesejahteraan petani sawit dapat terjaga dengan baik. (*/HS)









