SMSI dan RRI Jalin Kemitraan Strategis Bersatu Perangi Hoaks, Tingkatkan Kompetensi Wartawan dan Sebarluaskan Informasi Pembangunan

SMSI dan RRI Jalin Kemitraan Strategis Bersatu Perangi Hoaks, Tingkatkan Kompetensi Wartawan dan Sebarluaskan Informasi Pembangunan

Berita, Nasional, PERS, SMSI2837 Dilihat
banner"468x90"title"468x90" banner"468x90"title"468x90"

Melalui kemitraan ini, RRI dan SMSI akan saling memperkuat peningkatan kompetensi agar seluruh media mampu menghasilkan konten yang bermanfaat, akurat, dan membantu masyarakat menavigasi banjir informasi di era digital.

Ketua Dewan Pers Prof. Dr. Komaruddin Hidayat yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan catatan mendalam mengenai perubahan fundamental dalam cara masyarakat memperoleh informasi.

banner"300x250"title"300x250"

Dulu, informasi yang sampai kepada publik melalui media massa telah melalui proses seleksi dan verifikasi yang ketat, dengan identitas dan penanggung jawab yang jelas. Kini, situasi tersebut berubah secara drastis.

Media sosial telah mengubah lanskap informasi, di mana siapa pun dapat memproduksi dan menyebarkan berita tanpa melalui proses verifikasi.

“Dulu informasi dikuasai oleh media massa yang terakreditasi, terseleksi, dan terverifikasi. Saat ini, media sosial telah memenuhi ruang publik tanpa penyaringan yang memadai,” ujar Komaruddin.

Ia mengingatkan bahwa derasnya arus informasi tidak otomatis meningkatkan kualitas pengetahuan masyarakat.

Di ruang digital, informasi yang benar bercampur dengan yang belum teruji, berita sensasional, bahkan informasi yang menyesatkan.

Salah satu tantangan terbesar adalah algoritma platform digital yang secara halus membentuk pola pikir dan ruang wawasan setiap pengguna.

Algoritma menampilkan apa yang disukai, sehingga seseorang semakin terkurung dalam pandangan yang serupa dan semakin sulit menerima informasi yang berbeda.

“Algoritma itu menjajah tanpa paksaan dan mengendalikan tanpa kekerasan,” tegas Komaruddin.

Ia menekankan bahwa kemampuan masyarakat untuk memeriksa dan memverifikasi informasi adalah kunci utama agar tidak mudah terjebak dalam penyebaran berita yang tidak benar.

“Yang paling mendesak adalah kita belum terlatih untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayainya,” ujarnya.

Oleh karena itu, kemitraan antara lembaga penyiaran publik seperti RRI dengan organisasi media seperti SMSI menjadi langkah yang sangat strategis dan tepat waktu.

Penandatanganan nota kesepahaman ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremonial, tetapi segera diterjemahkan ke dalam program-program nyata yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas jurnalisme, penguatan budaya verifikasi, serta penyebarluasan informasi pembangunan yang akurat dan terpercaya bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto, Anggota Dewan Pengawas LPP RRI Enderiman Butar Butar, Direktur Pengembangan dan Produksi LPP RRI Mistam, Dewan Penasehat SMSI Pusat Prof. Dr. Taufiqurochman, Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Theodorus Dar Edi Yoga, serta Wakil Ketua Umum SMSI Bidang Usaha Media Siber dan Pengembangan Teknologi Digital Ilona Juwita.

Hadir pula Kepala Stasiun RRI Jakarta Ir. M. Bugi Hidayat, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi RRI Ade Irosadi, serta Kepala Pusat Pemberitaan RRI Yuliana Marta Doky. (**) 

Sumber: SMSI Pusat

banner"728x90"title"728x90" banner"728x90"title"728x90"