SMSI dan RRI Jalin Kemitraan Strategis Bersatu Perangi Hoaks, Tingkatkan Kompetensi Wartawan dan Sebarluaskan Informasi Pembangunan

SMSI dan RRI Jalin Kemitraan Strategis Bersatu Perangi Hoaks, Tingkatkan Kompetensi Wartawan dan Sebarluaskan Informasi Pembangunan

Berita, Nasional, PERS, SMSI2835 Dilihat
banner"468x90"title"468x90" banner"468x90"title"468x90"

Jakarta, Radar Keadilan – Menjamurnya informasi yang belum terverifikasi dan maraknya berita palsu di ruang digital mendorong Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) memperkuat kerja sama strategis.

Melalui penandatanganan nota kesepahaman yang berlangsung di Jakarta pada Senin, 26 Oktober 2026, kedua belah pihak berkomitmen untuk bersama-sama menanggulangi peredaran hoaks, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik, serta memperluas penyebaran informasi pembangunan yang dapat dipertanggungjawabkan ke seluruh pelosok negeri.

banner"300x250"title"300x250"

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani di Ruang Rapat Direktur Utama RRI, sebagai wujud kesungguhan kedua lembaga membangun ekosistem informasi yang lebih sehat dan terpercaya di tengah derasnya arus transformasi digital.

Ketua Umum SMSI Firdaus menyatakan, kemitraan ini lahir dari kesepahaman bersama antara jajaran pimpinan RRI dan SMSI untuk menjawab tantangan informasi yang semakin kompleks.

“Kolaborasi ini merupakan manifestasi dari gagasan Direktur Utama RRI dan Ketua Umum SMSI untuk secara bersama-sama melawan hoaks,” ujar Firdaus.

Kerja sama ini akan diwujudkan melalui program-program konkret, meliputi pelatihan berjenjang melalui skema Training of Trainers (ToT), pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW), serta penyebaran informasi pembangunan yang akurat kepada masyarakat luas.

Firdaus menjelaskan, SMSI saat ini menaungi 3.181 media siber yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk media rintisan yang menjadi bagian penting dari ekosistem pers nasional.

Jaringan luas ini dinilai sebagai kekuatan besar untuk memastikan informasi yang benar dan bermanfaat dapat menjangkau masyarakat hingga ke tingkat paling bawah.

“Sebanyak 3.181 anggota media rintisan yang tergabung dalam SMSI tersebar di seluruh Indonesia dan siap mendukung penyebaran informasi pembangunan yang akurat,” tegasnya.

Lebih jauh, pihaknya menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya pengintegrasian LPP RRI dan LPP TVRI sebagai platform media publik yang lebih kuat dan menjangkau lebih luas.

“SMSI juga mendukung pengintegrasian RRI dan TVRI menjadi platform media publik yang berkelas dunia sebagai kekuatan informasi bangsa,” tambah Firdaus.

Ia menekankan bahwa penanggulangan hoaks tidak cukup hanya dengan membantah informasi yang sudah beredar.

Diperlukan fondasi yang lebih kuat, yaitu peningkatan kompetensi dan profesionalitas insan pers serta budaya verifikasi informasi yang tinggi.

Oleh karena itu, penguatan kapasitas wartawan menjadi prioritas utama dalam kerja sama ini, guna membangun ekosistem pers yang semakin berkualitas dan bertanggung jawab.

Direktur Utama LPP RRI Hendrasmo menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman tersebut.

Ia menegaskan bahwa tantangan di ruang digital saat ini dihadapi oleh seluruh elemen media, baik yang besar maupun yang baru tumbuh.

“Hari ini kita memulai langkah bersama dalam sebuah proyek yang lebih besar, yaitu bersatu menanggulangi hoaks,” ungkap Hendrasmo.

Hendrasmo menambahkan, media kecil dan media rintisan memiliki peran strategis dalam membentuk iklim informasi di masyarakat.

banner"728x90"title"728x90" banner"728x90"title"728x90"