Akses Jalan Desa Sadu Musi Rawas Memprihatinkan, Warga Terkendala Genangan Air dan Lumpur

Akses Jalan Desa Sadu Musi Rawas Memprihatinkan, Warga Terkendala Genangan Air dan Lumpur

Spread the love
         
 
  
                 
   

“Kalaupun jalan itu sudah tidak berada dalam kawasan hutan, tentunya pemerintah bisa melakukan perbaikan permanen. Selain Desa Sadu, akses jalan menuju Desa Sembatu Jaya juga memiliki status lahan yang sama,” jelasnya lebih lanjut.

Meskipun demikian, Marzuki menegaskan bahwa secara umum kondisi infrastruktur di wilayah kerjanya sudah cukup baik.

Ia mencatat sekitar 95 persen akses jalan di Kecamatan BTS Ulu sudah beraspal. Kerusakan yang terjadi di beberapa titik, menurut dia, lebih disebabkan oleh faktor eksternal.

“Faktor utama kerusakan adalah angkutan yang melebihi tonase yang diizinkan serta cuaca ekstrem. Bahkan di wilayah Gunung Kembang pun kondisinya sudah bagus dan berhotmix,” tambahnya.

Terpisah, pihak kecamatan mengaku telah melakukan upaya preventif dengan memberikan himbauan kepada perangkat desa dan kepala desa agar mengawasi kendaraan yang melintas.

Namun, penegakan aturan terkait muatan lebih bukan merupakan kewenangan penuh di tingkat kecamatan.

“Kami hanya sebatas mengimbau, karena memang bukan kewenangan kami menindak tegas angkutan yang melebihi tonase,” pungkasnya.

Kondisi jalan yang rusak parah bukan hanya terjadi di Desa Sadu. Desa Sindang Laya dan Mukti Karya di Kecamatan Muara Lakitan juga mengalami nasib serupa.

Bahkan, kondisi ini pernah menelan korban nyawa ketika seorang warga sakit yang hendak dibawa berobat meninggal dunia di tengah perjalanan akibat keterlambatan menuju fasilitas kesehatan karena akses yang tidak dapat dilalui dengan lancar. (*/SMSI Musi Rawas)

banner"300x300"title"300x300"