Antisipasi El Nino Ekstrem, Bupati Askolani Siagakan 153 Desa Tangguh Karhutla di Banyuasin

Antisipasi El Nino Ekstrem, Bupati Askolani Siagakan 153 Desa Tangguh Karhutla di Banyuasin

Palembang, Radar Keadilan Menghadapi ancaman fenomena cuaca ekstrem yang diprediksi melanda wilayah Sumatera Selatan dalam beberapa bulan ke depan, Pemerintah Kabupaten Banyuasin mengambil langkah sigap dan strategis.

Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, SH., MH., menyampaikan arahan strategis dalam rapat koordinasi pengendalian Karhutla, menegaskan komitmen kuat Pemkab Banyuasin dalam mengantisipasi dampak El Nino dan melindungi wilayah dari risiko kebakaran. | Sangkut, radarkeadilan.com

Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, SH., MH., menginstruksikan penguatan kesiapsiagaan serta pengawasan ketat di seluruh wilayah rawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Jumat (24/04).

Berdasarkan data dan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino dengan kategori moderat hingga kuat diproyeksikan mulai melanda pada periode Mei hingga Juli 2026.

Kondisi ini berpotensi memperparah musim kemarau yang diprediksi mencapai puncaknya pada bulan Agustus dan September.

Pada masa tersebut, curah hujan diprediksi berada di bawah rata-rata normal, sehingga tingkat kelembapan udara dan tanah akan menurun drastis serta meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran.

Sebagai tindak lanjut, Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., memimpin langsung Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 yang berlangsung di Auditorium Graha Bina Praja.

Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutla Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 berlangsung khidmat, menandakan komitmen kuat seluruh pihak dalam bersinergi dan bergerak cepat mengantisipasi dampak El Nino serta mencegah kebakaran hutan dan lahan. | Sangkut, radarkeadilan.com

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menekankan bahwa data prakiraan cuaca tersebut harus menjadi dasar utama dalam penyusunan strategi penanganan, guna mencegah terulangnya dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan perekonomian akibat bencana asap.

“Pencegahan adalah langkah paling efektif dan efisien. Saya mendorong seluruh aparat hingga tingkat desa untuk secara masif membangun kesadaran kolektif, agar praktik pembakaran lahan tidak lagi menjadi budaya atau kebiasaan,” tegas Herman Deru.

Pemerintah Kabupaten Banyuasin memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman El Nino ekstrem. Bupati Askolani memimpin langkah strategis dengan menyiapkan 153 Desa Tangguh Karhutla demi menjaga wilayah dari risiko kebakaran hutan dan lahan. | Sangkut, radarkeadilan.com

Upaya preventif ini dilakukan untuk memastikan wilayah Banyuasin dan sekitarnya tetap aman dan terkendali, serta menjamin kenyamanan dan kesehatan masyarakat umum di tengah tantangan perubahan iklim yang signifikan(*/Sangkut)