Banjir Luapkan OKI: Empat Kecamatan Terendam, Ribuan Warga Terdampak dan Ribuan Hektare Sawah Tergenangi

Curah Hujan Tinggi Berkelanjutan Ditambah Aliran dari Bendungan Over Komering Memicu Bencana; Pemerintah Langsung Turun Tangan Tanggulangi dan Siagakan 24 Jam

Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) H. Muchendi Mahzareki, SE., M.Si beserta Wakil Bupati OKI Supriyanto, SH melakukan peninjauan langsung kondisi lapangan di wilayah terdampak banjir. Kedua pemimpin daerah ini turun ke lokasi untuk memantau situasi dan mendengarkan keluhan serta kebutuhan langsung dari masyarakat yang terkena dampak bencana alam tersebut.|radarkeadilan.com

“Bersama Wakil Bupati dan dibantu TNI-Polri, kami langsung turun ke lapangan untuk memastikan keselamatan warga serta menyalurkan bantuan,” jelas Listiadi Martin.

Pada Senin (12 Januari 2026), Dinas Sosial (Dinsos) OKI telah menyalurkan 120 paket bantuan logistik yang terdiri atas bahan kebutuhan pokok, selimut, tikar, perlengkapan mandi, dan kebutuhan harian lainnya.

Dinas tersebut juga membuka penggalangan bantuan untuk mendukung pemulihan kondisi warga terdampak.

Dampak banjir juga menjalar ke sektor pertanian dan pendidikan. Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPTH) OKI mencatat sekitar 4.400 hektare sawah petani terendam, yang tersebar di Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya, Air Sugihan, Pampangan, dan Jejawi.

“Sebagian besar sawah di Lempuing dan Lempuing Jaya merupakan padi dengan pola tanam IP 200 yang ditanam pada November–Desember. Sementara di Kecamatan Air Sugihan, tanaman padi sudah memasuki masa panen. Untuk sawah yang terdampak, pemerintah akan menyalurkan bantuan benih dari Kementerian Pertanian dengan total luasan sekitar 578 hektare,” jelas Pelaksana Tugas Kepala DKPTH OKI, Alexsander.

Petugas dan relawan sedang menurunkan paket bantuan logistik dari mobil di Kabupaten Ogan Komering Ilir, sebagai bagian dari tanggapan pemerintah dan masyarakat terhadap dampak banjir yang melanda wilayah tersebut. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak dalam menghadapi kondisi darurat.|radarkeadilan.com

Di sektor pendidikan, sebanyak 18 sekolah di empat kecamatan terdampak banjir.

Untuk menjaga kelangsungan pembelajaran, Dinas Pendidikan (Disdik) OKI menerapkan kebijakan belajar daring.

“Bagi sekolah-sekolah terdampak yang juga dijadikan posko evakuasi, secara sementara diterapkan pembelajaran secara daring,” ujar Kepala Disdik OKI, M. Refly.

Bupati OKI, H. Muchendi, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir susulan, longsor, dan dampak hidrometeorologi lainnya akibat intensitas hujan yang masih tinggi.

“Saya minta seluruh OPD melakukan upaya menyeluruh terhadap sarana dan prasarana serta kebutuhan masyarakat yang terdampak. Dirikan posko, siagakan petugas, pastikan semua benar-benar siap digunakan dalam kondisi darurat,” tegasnya.

Bupati juga secara khusus menekankan pentingnya layanan kesehatan yang optimal.

“Dinas Kesehatan harus siap penuh, baik dari sisi tenaga medis, ketersediaan obat-obatan, hingga logistik medis. Pelayanan kesehatan harus siaga 24 jam,” tambahnya.

Warga Desa Tebing Suluh, Tri Handoko (43), menyampaikan bahwa wilayah di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Lempuing selalu menjadi zona rentan setiap kali terjadi hujan deras berkepanjangan.

“Air dari hulu mengalir deras. Saat sungai tidak mampu menampung debit air, air langsung meluap ke rumah-rumah warga,” ujarnya.

Hingga saat ini, BPBD OKI terus melakukan pemantauan berkala di wilayah terdampak serta menyiapkan langkah-langkah mitigasi.

Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan di wilayah OKI diperkirakan masih tinggi dalam beberapa pekan ke depan.

Bencana yang kembali menguji ketangguhan masyarakat dan pemerintah ini menjadi bukti pentingnya kerja sama serta kesiapsiagaan yang terpadu dalam menghadapi tantangan alam(*/Red)