Kondisi ini membebani ekonomi masyarakat karena terpaksa mengeluarkan biaya tambahan hingga ratusan ribu rupiah setiap bulan guna membeli air bersih dari sumber alternatif demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Persoalan ini tidak lagi sekadar gangguan layanan, melainkan telah menjadi masalah krusial yang mengganggu aktivitas dasar warga.
Oleh karena itu, masyarakat mendesak adanya tindakan nyata dan segera dari pemerintah daerah serta pengelola.
Warga bahkan mengusulkan opsi pengalihan pengelolaan layanan ke PDAM Tirta Musi jika perbaikan signifikan tidak kunjung dilakukan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi maupun klarifikasi yang disampaikan oleh pihak manajemen PERUMDA Tirta Betuah maupun Pemerintah Kabupaten Banyuasin terkait gelombang protes yang meluas tersebut. (*/SMSI Banyuasin)









