Jakarta, Radar Keadilan – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H. Muchendi, dengan gigih memperjuangkan aspirasi masyarakat terkait masalah energi yang krusial.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI di Senayan, Jakarta, Senin (24/11/2025), ia mengangkat isu-isu mendesak seperti akses Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi bagi nelayan, kebutuhan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), percepatan jaringan gas (jargas) rumah tangga, hingga antrean solar yang meresahkan di SPBU.
Jeritan Nelayan OKI Soal BBM
Muchendi dengan tegas menyatakan bahwa akses BBM bersubsidi adalah kebutuhan vital bagi ribuan nelayan di pesisir OKI. Menurutnya, keterbatasan pasokan dan distribusi yang tidak merata telah memaksa nelayan untuk membeli BBM dengan harga yang tidak wajar.
“Bagi nelayan, BBM terjangkau itu urat nadi. Tanpa dukungan pasokan yang memadai, aktivitas melaut terganggu dan pendapatan menurun. Kami berharap ada perbaikan mekanisme penyaluran,” ujar Muchendi, menggambarkan betapa pentingnya masalah ini bagi kelangsungan hidup para nelayan.
Sebagai solusi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI mengusulkan pembangunan tiga SPBN baru yang berlokasi strategis di Desa Sungai Lumpur, Pantai Harapan, dan Desa Sungai Sibur.
Langkah ini diharapkan dapat membantu sekitar 6.500 nelayan yang selama ini kesulitan mengakses BBM bersubsidi.
“Lokasi yang kami usulkan berbatasan dengan desa-desa lain bahkan provinsi Bangka dan Lampung, sehingga manfaatnya dapat menjangkau wilayah lebih luas,” jelasnya.
Jargas: Solusi Energi Terjangkau untuk Masyarakat
Selain sektor kelautan, Muchendi juga menyoroti pentingnya percepatan pembangunan jargas rumah tangga di Kota Kayuagung. Ia meyakini bahwa jargas dapat menekan biaya energi, meningkatkan efisiensi rumah tangga, serta memperkuat usaha kecil.













