
“Pramuka harus muncul sebagai agen perubahan yang berkontribusi nyata di tengah masyarakat, khususnya dalam program sosial dan penanggulangan bencana. Kepedulian terhadap lingkungan hidup dan nilai-nilai kemanusiaan harus melekat sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas setiap anggota Pramuka,” tegas Muchendi.
Bupati juga mengajak seluruh struktur pemerintahan dari tingkat kabupaten hingga kecamatan untuk memberikan dukungan penuh dan mengintegrasikan Gerakan Pramuka dalam setiap kegiatan strategis daerah.
Sinergi lintas sektor diidentifikasi sebagai kunci utama agar program kepramukaan dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat.
Sementara itu, Reza Fahlevi menyampaikan harapan agar kepengurusan Mabicab OKI periode 2025–2030 mampu menghadirkan inovasi program yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.

“Kepramukaan harus terus bertransformasi agar tetap menjadi wadah pembentukan karakter pilihan utama. Melalui kegiatan yang kreatif dan sesuai dengan konteks lokal, Pramuka akan membentuk generasi muda yang berdisiplin, memiliki jiwa sosial yang tinggi, serta berwawasan kebangsaan yang kokoh,” jelas Reza.
Kabupaten OKI memiliki sejarah gemilang dalam dunia kepramukaan, setelah sukses menjadi tuan rumah Jambore Nasional Pramuka di kawasan Teluk Gelam sekitar 15 tahun yang lalu – sebuah peristiwa yang menarik perhatian nasional.
Pengalaman berharga tersebut dijadikan modal strategis untuk mengembangkan kegiatan kepramukaan yang lebih progresif dan berdampak pada masa depan.
Dengan pelantikan ini, Gerakan Pramuka OKI siap menjalankan peranannya sebagai motor penggerak perubahan positif, menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat akar budaya kebangsaan di kalangan generasi muda – sejalan dengan visi awal pelantikan yang menargetkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan. (*/Red)










