“Kami mengajak masyarakat, pemerintah desa, pelaku usaha, tokoh masyarakat dan seluruh elemen untuk bergandengan tangan mencegah kebakaran hutan dan lahan. Kepedulian warga adalah kunci agar api tidak meluas,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kapolres mengingatkan kecepatan informasi sangat menentukan keberhasilan penanganan.
“Segera laporkan setiap melihat titik api. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan,” tambahnya.
Di samping memperkuat komitmen pencegahan karhutla, Polres OKI juga hadir meringankan beban warga yang baru saja tertimpa musibah.
Delapan kepala keluarga di Dusun II, Desa Serinanti, menerima bantuan sosial atas peristiwa kebakaran yang melanda tempat tinggal mereka pada 19 Juli 2026 dan menghanguskan tempat tinggal serta harta benda.
Kapolres OKI menyatakan bantuan tersebut adalah wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat.
“Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah. Polres OKI akan terus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban, melainkan juga saat warga membutuhkan uluran tangan,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kehadiran Polres OKI yang menyatu dengan masyarakat, baik dalam memperkuat benteng pencegahan kebakaran hutan dan lahan maupun berdiri bersama warga yang sedang tertimpa musibah.
Langkah sinergis ini diharapkan terus dipelihara dan diperluas guna mewujudkan Kabupaten OKI yang aman, bersih dari asap kebakaran, serta penuh kepedulian sesama anak bangsa. (*/HMS Polres OKI/HS)






