“Kepastian regulasi adalah kunci. Tanpa kerangka kerja yang jelas dan stabil, perencanaan bisnis serta kesinambungan pengiriman dapat terganggu. Kami siap beradaptasi, namun panduan yang rinci dan konsisten sangat diperlukan demi menjaga keandalan rantai pasok,” tegas Rifqi.
Di tengah dinamika pasar energi dan fluktuasi biaya logistik global, PTBA terus memperketat efisiensi operasional. Pada semester pertama tahun 2026, perusahaan berhasil menurunkan beban pokok pendapatan sebesar 2 persen melalui optimalisasi rasio pengupasan lapisan tanah serta peningkatan kedisiplinan di seluruh lini kegiatan.
Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, menegaskan bahwa transformasi bisnis dilakukan secara menyeluruh untuk menjawab setiap tantangan industri energi.
“PTBA menjalankan kegiatan usaha secara berkelanjutan: operasional yang kuat, tata kelola yang baik, serta pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab. Langkah kami memastikan kebutuhan energi nasional terpenuhi sekaligus memberikan nilai tambah nyata bagi bangsa,” ujar Bambang.
Selain menjaga keandalan pasokan batu bara, pengembangan energi baru dan terbarukan menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi jangka panjang perusahaan.
Pemenuhan kebutuhan energi saat ini dan pembangunan sistem energi berkelanjutan dipandang sebagai dua agenda yang berjalan beriringan dan saling memperkuat.
“Partisipasi aktif kami di Coaltrans Asia 2026 adalah wujud komitmen membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan industri. Bersama-sama, kami mendorong tata kelola yang transparan, regulasi yang pasti, serta rantai pasok yang tangguh — demi ketahanan energi Indonesia yang kokoh dan berkelanjutan,” pungkas Bambang.
Untuk Informasi Lebih Lanjut:
Eko Prayitno
Corporate Secretary Division Head
PT Bukit Asam (Persero) Tbk
corsec@bukitasam.co.id
www.ptba.co.id









