Sebelum race utama, sesi break practice memungkinkan pembalap dan tim teknis mengoptimalkan performa mesin. Di paddock, mekanik bekerja keras melakukan penyetelan presisi, mulai dari karburator hingga sistem pengapian.
Hasil babak final, berdasarkan data resmi RJ Timing, menunjukkan persaingan ketat. Di kelas utama NEO PM S07 POWER, Karta Wijaya (No. 96) unggul dengan catatan waktu 8,049 detik, disusul Candra Saputra (8,124 detik) dan Ermantis (8,157 detik). Ketiganya memamerkan skill dan konsistensi luar biasa.
Tensi meningkat saat balapan dimulai. Strategi start presisi dan kontrol waktu menjadi kunci kemenangan. Deru mesin mobil dan motor menggetarkan sirkuit, memukau penonton dengan performa dragster yang luar biasa.
BAF Drag Race & Drag Bike Kejurda IMI Sumsel 2025 bukan hanya kompetisi kecepatan, tetapi juga momentum penting dalam pengembangan otomotif lokal, edukasi keselamatan berkendara, dan memperkuat silaturahmi antar komunitas otomotif Sumatera Selatan.
Total 312 pembalap mobil dan lebih dari 500 pembalap motor berpartisipasi, menjadikan event ini salah satu yang terbesar dan paling meriah di regional. (Desi)







