Namun, pertumbuhan eceng gondok yang sangat cepat membuat penanganan secara manual tidak lagi memadai, sehingga diperlukan dukungan alat berat untuk mengatasi kondisi yang semakin menumpuk.
Pihak dinas menegaskan komitmen untuk melanjutkan aksi bersih hingga aliran sungai kembali lancar dan bebas dari tumpukan gulma serta eceng gondok.
“Kegiatan pembersihan akan terus kami laksanakan secara konsisten sampai sungai benar-benar bersih dan dapat menjalankan fungsi aliran air dengan optimal,” tegas Man Winardi.
Untuk penanganan jangka panjang, pemerintah daerah akan melakukan koordinasi erat dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VII untuk mendapatkan dukungan teknis dan pendekatan penanganan yang lebih komprehensif terhadap permasalahan sungai di wilayah OKI.
Sementara itu, pemerintah desa setempat akan aktif menjalankan fungsi pengawasan serta koordinasi dengan semua pihak terkait untuk mencegah terjadinya penumpukan kembali gulma dan sampah di sungai.
Kolaboratif langkah ini menjadi bagian krusial dalam upaya menjaga kelestarian ekosistem sungai sekaligus melindungi masyarakat dari risiko bencana banjir.
Sejalan dengan semangat awal operasi bersih yang digelar, upaya ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan kelangsungan fungsi sungai sebagai sumber daya alam yang vital. (*/HS)









