Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) melaksanakan serangkaian langkah strategis guna menekan kenaikan harga daging sapi serta menjaga stabilitas pasokan menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H.

Intervensi pasar dilakukan sebagai upaya utama untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah lonjakan permintaan musiman dan keterbatasan pasokan dari daerah luar.
Kegiatan pasar murah menjadi instrumen utama dalam pengendalian harga, di mana daging sapi dijual dengan harga Rp150.000 per kilogram.
Angka ini jauh lebih terjangkau dibandingkan harga di pasar konvensional yang mencapai Rp180.000 per kilogram, tergantung pada jenis dan kualitas potongan daging.
Selain daging sapi, pemerintah kabupaten juga menyediakan komoditas lain seperti ayam dan telur dengan penetapan harga yang kompetitif.
“Upaya ini dirancang untuk menjadi penyeimbang harga di pasar tradisional sekaligus memberikan alternatif pilihan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan jelang hari raya,” ungkap Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Disbunnak OKI, Sadi Purwanto, yang menyampaikan pernyataan atas nama Kadisbunnak OKI, Dedy Kurniawan, pada kegiatan di Pasar Kayuagung pada Kamis (19/3).

Intervensi tersebut dilaksanakan di tengah kondisi meningkatnya kebutuhan masyarakat serta terbatasnya pasokan sapi dari daerah sumber utama, khususnya Lampung, yang sebagian distribusinya dialihkan ke wilayah lain.








