Disbunnak OKI Gencarkan Intervensi Pasar, Tekan Harga Daging Sapi Jelang Idul Fitri 1447 H

Disbunnak OKI Gencarkan Intervensi Pasar, Tekan Harga Daging Sapi Jelang Idul Fitri 1447 H

BISNIS, EKONOMI, OKI2769 Dilihat
banner"468x90"title"468x90" banner"468x90"title"468x90"

Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) melaksanakan serangkaian langkah strategis guna menekan kenaikan harga daging sapi serta menjaga stabilitas pasokan menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H.

Pada 19 Maret 2026 pukul 09.34 WIB di Jalan Letnan Muchtar Saleh, Ogan Komering Ilir, petugas dan masyarakat terlihat berinteraksi saat proses pembelian komoditas daging di kegiatan yang diselenggarakan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan terjangkau.| HS, radarkeadilan.com

Intervensi pasar dilakukan sebagai upaya utama untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah lonjakan permintaan musiman dan keterbatasan pasokan dari daerah luar.

banner"300x250"title"300x250"

Kegiatan pasar murah menjadi instrumen utama dalam pengendalian harga, di mana daging sapi dijual dengan harga Rp150.000 per kilogram.

Angka ini jauh lebih terjangkau dibandingkan harga di pasar konvensional yang mencapai Rp180.000 per kilogram, tergantung pada jenis dan kualitas potongan daging.

Selain daging sapi, pemerintah kabupaten juga menyediakan komoditas lain seperti ayam dan telur dengan penetapan harga yang kompetitif.

“Upaya ini dirancang untuk menjadi penyeimbang harga di pasar tradisional sekaligus memberikan alternatif pilihan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan jelang hari raya,” ungkap Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Disbunnak OKI, Sadi Purwanto, yang menyampaikan pernyataan atas nama Kadisbunnak OKI, Dedy Kurniawan, pada kegiatan di Pasar Kayuagung pada Kamis (19/3).

Masyarakat antusias mengikuti kegiatan pasar murah yang digelar guna menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan. Beberapa petugas juga terlihat memantau kelancaran aktivitas jual-beli di lokasi tersebut.| HS, radarkeadilan.com

Intervensi tersebut dilaksanakan di tengah kondisi meningkatnya kebutuhan masyarakat serta terbatasnya pasokan sapi dari daerah sumber utama, khususnya Lampung, yang sebagian distribusinya dialihkan ke wilayah lain.

banner"728x90"title"728x90" banner"728x90"title"728x90"