Selain aspek ekonomi, program ini juga bertujuan melestarikan kearifan lokal yang sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Lahat.
Ia pun mengajak seluruh elemen, khususnya sesama pejabat publik, untuk lebih bijak dalam menyikapi pembangunan.
Kritik boleh saja disampaikan, namun hendaknya tetap dalam koridor yang membangun dan tidak merendahkan upaya yang jelas-jelas bertujuan untuk kebaikan bersama.
“Kami sangat terbuka terhadap masukan dan kritik yang sifatnya konstruktif. Namun tolong jangan merendahkan program yang tujuannya jelas untuk menyejahterakan rakyat,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Lahat, Hj. Widia Ningsih, menambahkan bahwa pengembangan sektor pangan, termasuk perikanan, bukan hanya program daerah semata, melainkan sejalan dengan arah kebijakan nasional yang dicanangkan Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Ini bukan sekadar inisiatif lokal. Pengembangan pangan hewani termasuk budidaya ikan masuk dalam Program Strategis Nasional, jadi arah dan fokusnya sangat jelas dan terukur,” ujar Widia.
Di tengah dinamika politik yang terjadi, Pemerintah Kabupaten Lahat tetap optimis dan fokus menjalankan roda pemerintahan.
Program Tebat diyakini akan menjadi tulang punggung ekonomi baru yang mampu mengangkat derajat masyarakat, asalkan didukung oleh sinergi yang positif dan jauh dari politik murahan yang tidak produktif. (*/SMSI Lahat)













